Dari ‘kawedanan’ ke tanah hunian
Semua sejarah ditempatkan dalam satu kisah kemuliaan turun temurun
Menapakkan kaki di Purwokerto, di kota kecil yang tidak lebih luas dari Jakarta selatan, aku dapat mengeliling dari batas kota terluar hingga merambah ke pusat denyut nadi keramaian dalam satu hari. Mulai dari hamparan sawah pertanian yang menghijau luas tempat terpenting sebagai lahan pencarian utama masyarakat setempat, dan berbagai aneka kerajinan, tempat sajian makanan, dan juga kawasan wisata. Tentu saja tawaran ini sangat pas untuk para backpagger lokal maupun traveller..
Dengan segala kesederhanaan dan keramahan tuan rumah, aku sangat yakin bisa menikmati segalanya dalam keceriaan petualangan yang menarik, disertai keyakinan untuk kembali kelak dengan semua kerinduan tentang keindahan kota Keripik Tempe ini.
Dulu Purwokerto adalah salah satu bagian dari lingkaran pemerintahan yang sering disebut sebagai Kawedanan. Seorang wedana diberi mandat untuk mengelola, serta melayani kesejahteraan masyarakat yang secara geografis tersebar tidak saja disekitar pusat pemerintahan, tapi menjangkau kepada daerah-daerah terluar dari pusat kota.
Dengan jumlah penduduk yang tidak mencapai 30 ribu orang, luas kawedanan Purwokerto semakin lama berkurang disesuaikan dengan tuntutan legalitas batas geografis terkini dalam aturan pemerintahan sekarang.
Namun, aku tidak sedang mengajarkan sejarah kotaku,..aku saat ini sedang meretas jejak petualangan dalam menggali sisa ingatan semasa dulu.
Dengan dikelilingi dataran tinggi dan dinaungi bayangan gunung Slamet yang kukuh menjulang, Purwokerto masih mempunyai banyak tempat wisata yang sangat alami dan sayang untuk dilewatkan. Dari Kaki Gunung Slamet, tentu aku sudah sangat familiar dengan suasana sejuk yang terasa sejak awal pendakian. Ada banyak cara mendaki puncaknya, baik melalui pos resmi desa Blambangan (serang) , Serayu, ataupun lewat jalur-jalur pendakian masyarakat lokal. Tak heran jika jalur-jalur pendakian tak pernah sepi dari kalangan para pendaki hingga penduduk setempat yang sangat memuliakan keberadaan gunung itu. Aku sendiri hanya sempat menikmati keindahan pos Blambangan setelah meyakini sepeda motorku sudah tidak mungkin lagi menerobos kerimbunan semak dan alur tanah gembur menuju ke pos selanjutnya. Heran bukan, yup..karena rute gunung Slamet sangat friendly bagi pendaki sehingga bisa dilewati dengan sepeda motor.
Setelah turun aku menemukan persimpangan (tepatnya pertigaan) dan mengambil ke arah kiri, melintasi sebuah desa bernama Serang hingga aku akan melewati sebuah jalan dimana berderet pohon pinus dan Damar (tau kan getah damar?vernis?). Biasanya aku akan berhenti untuk mengambil getahnya, sangat lengket sewaktu cair, namun bila telah mengering seperti memegang bahan mika yang jernih dengan baunya yang khas..sembari melihat desa dan tanah pertanian yang terlihat sangat kecil dari ketinggian 1500 m.Tak puas badan bila tak menghirup sepuasnya aroma hutan pinus yang berjejer sepanjang jalan. Di tambah dengan senyuman ramah para penggarap ladang yang tak kenal usia, sekalipun beban kayu bakar ataupun rumput untuk pakan ternak terasa tidak manusiawi di punggung mereka..tapi mereka masih sempat tersenyum, senyum yang begitu tulus..
Setelah sampai di tengah perjalanan yang menurun dengan kelokan yang tajam, aku menemui sebuah gerbang yang sangat khas di sebelah kanan. Gerbang Goa Lawa –I remember about batcave..is it originally from here?. Tempat ini merupakan salah satu asset Pemda Purbalingga, dikenal karena memiliki goa alami yang sangat unik, goa dengan mata air yang sangat jernih sehingga ketika kita berjalan menelusuri lorong dan cerung didalamnya serasa kita berjalan di dalam air yang sangat dingin..Dibeberapa tempat masih ada stalaktit dan stalakmit yang sudah ternoda coretan phylox dan spidol pengunjung yang nakal. (Some times I want to splash them with my punch..huh!)
Ada beberapa cerukan yang unik, seperti cerung yang seolah-olah memperdengarkan suara siulan atau bisikan, padahal itu sebenarnya karena ada pertemuan angin gunung yang terjebak di dalam bebatuan diam. Suasananya sendiri cukup menyeramkan, karena didalam gua tidak ada penerangan yang memadai. Tapi justru semakin menambah seru perjalanan menerusuri hamparan lantai alam yang terendam air hingga sebatas mata kaki. Selepas pintu keluar gua, ada sebuah kawasan tempat pemeliharaan hewan seperti rusa, monyet, kalkun dan beberapa species lainnya (small zoo). Tentu ini lebih menarik bagi rombongan keluarga.
Setelah berpuas dengan batman’s hometown (hehe) aku masih menuruni jalanan yang berbelok sambil melihat tenda-tenda penjual hasil bumi seperti nanas, alpukat, dan juga kerajinan seperti sapu ijuk, dan semuanya dijual murah.
Setelah stengah jam menuruni jalanan aspal, sampailah aku pada pertigaan Mrebet,
dimana kalo aku mengambil belokan ke kanan akan sampai pada sebuah air terjun –curug yang oleh masyarakat setempat disebut curug NINI (nenek:Red). Aku kurang begitu paham asal muasal kenapa diberi nama itu, tapi yang jelas untuk standar penilaian aku berani memberi nilai 8 dalam skala 1-10. Disitulah aku dan sahabat-sahabat ku nekad mbolos untuk sekedar memenuhi rasa penasaran kami. Dan ternyata tidak sia-sia.
Setelah curug Nini, perjalanan selanjuta akan melewati kota wisata Karang banjar, Nah..disini pas banget buat para ibu2 atau remaja yang suka akan kerajinan tas, dompet, alat2 rumah tangga yang unik dari bambu, ataupun bahan-bahan alami dari lingkungan sekitar. TOP deh.
Tapi aku ndak suka shopping, jadinya aku lebih suka segera sampai di kota Purbalingga. Eh tapi sebelum sampai di Purbalingga, ada sebuah tempat pemandian keluarga namanya Owabong,..sekarang menjadi asset pemda yang ramai dikunjungi orang karena meniru konsep water boom nya Ancol. Aku sendiri belum pernah masuk, karena aku masih ngambek gara2 Owabong telah merubah tempat pemandian sebelumnya -totally..aku kehilangan nuansa alami. Karena sebelum direnovasi jadi tempat pemandian keluarga yang berkelas, dulunya itu adalah kolam pemandian yang biasa ..namun punya banyak kenangan. Disitu aku pertamakalinya belajar berenang, ujian renang dengan guru killer, terus disitu juga ada 2 kolam dimana bisa dilintasi melewati sebuah pembatas kayu yang hanya cukup dilewati oleh satu orang dengan menyelam..keren dunk. Terus aku juga kehilangan nuansa kolam yang bermata airkan dari gunung dengan tingkat kejernihan yang tiada banding. Disitu biasanya para anak sekolah saling bercanda seraya melepas penat setelah lelah belajar disekolah. Namun sekarang telah menjadi tempat yang sangat ramai dan crowded..dan tidak sealami dulu. Ndak tau ya aku bertahan sampai kapan ngambeknya..
Tapi biarlah, sekarang aku akan menunjukkan gerbang Purbalingga.Disitu akan ditemui monumen atau semacam patung unik yaitu sesosok orang menggendong replika knalpot. Knalpot? Yup..karena disitu adalah pusat kerajinan dan modifikasi knalpot, nama daerahnya Sayangan. Ok, setelah hanya membutuhkan 15 menit mengitari pusat kota dari ujung ke ujung, kita akan menuju ke klampok (tapi ini masuknya wilayah Banjarnegara). Disitu banyak ditemukan penjual ataupun pengrajin keramik dalam berbagai macam desain. Tapi sekali lagi, aku ndak begitu suka shopping.
Setelah Purbalingga, kota selanjutnya adalah Sokaraja. Orang mengenalnya sebagai kota gethuk goreng dan juga kota soto sokaraja. Soal rasanya ..mm ..Nyammy pkoknya.. tapi sekali lagi (aah.diulang ulang terus neh). Yah pokoknya gitu lah, aku ndak suka belnja she.
Setelah itu aku biasanya menyukai jalan tembus dari purbalingga ke purwokerto melewati padamara karena disitu aku akan menemui sebuah tempat yang cukup unik..River World. Disini akan ditemui berbagai koleksi ikan air tawar seperti ikan yang paling kecil, yang paling ganas (piranha), penyu sungai, belut putih, hingga ikan sungai Amazone yang panjangnya mencapai 3 mtr. Kenapa koleksi? Karena sebenarnya tempat ini merupakan milik perorangan yang kemudian bekerjasama dengan pemda setempat dikembangkan meniru konsep sea world-nya Ancol. Nice interisting place..
Next, aku kembali menyusuri jalanan kecil dan perhentianku selanjutnya adalah kampus Unsoed.ah tidak usah di ceritakan lagi (soalnya sadness always neh..).
Kembalilah aku ke Purwokerto..Dari Purwokerto, aku memutuskan mengakhiri ceritaku di sebuah tempat yang sangat terkenal, BATURADEN. Yup, disini banyak sekali tempat-tempat unik seperti pancuran pitu (karena ceritanya dulu ada tujuh mata air hangat yang mancur..memancar) terus ada tempat bermain buat anak2, buat rekreasi keluarga, ada hutan wisata, dan yang paling aku sukai yaitu..telaga sunyi dan curug ciseeng..(tapi ceritanya ndak perlu di expose, karena aku ndak pengin nanti jadi rame. Aku pengin tempat ini selalu akan sama dari waktu ke waktu, seiring dengan kenangan dan sepanjang aras waktu yang membuatku selalu ingin mengunjunginya..
Ok itu hanyalah sekelumit soal kota masa laluku..(masa lalu?). Yup, karena aku menyadari penyesalanku, kenapa aku tidak menyambanginya hingga benar2 puas sejak aku masih sekolah dulu ya. Sekarang ketika tempat2 itu sudah mengalami renovasi dan perubahan karena tuntutan jamanlah, kebutuhan dana otonomi daerah lah, apapun itu..aku merasa kehilangan keasliannya.
Tentunya, aku masih bisa mengingatnya terutama dengan segala kenangan yang aku tinggalkan (tentunya bukan dalam bentuk coretan ataupun kenakalan remaja lainnya)..
Sekarang kotaku adalah Jakarta..(whats interisting?) we’ll see..
It’s nice place,.. maybe someday I’ll ask you to bring me to your hometown… he3x… kapan yak?!… Oh ya aku jadi inget lagu kroncong yg sering aku nyanyi-in…. Di tepinya sungai serayu… Waktu fajar menyingsing…da..da..da..da… Gunung slamet nan agung…tampak jauh disana…Sbagai sumber kemakmuran dan tirta kencana…. he3x pernah denger ga’?!….
Alhamdulillah… kupikir waktu mas sms, something happen gitu disana… Oh tak taunya just a lovely stories…
Btw kapan nulisnya mas?!…Curi waktu diwaktu dinas?!… Uh it’s so rude!… Hope for the next stories ya mas… See ya
-tita-
basiiiiiiii banget!!!!!! kurang jelas!!! mbuh cerit apa kowe haahh…!!!??? eh tapi boleh kenalan ga??? eh ga dink mbokkan kamu dah nenk-nenek kalo ga dah kakek-kakek…hiihhii…
gw ada nanam saham di perkebunan getah pinus.u tw ga cara pengambilan getahnya.klo bisa ntar u mw kerja di proyek kami?
bagusss banget!!!!!!!!!!!!!!q juga dah penah tapi cuma ampe di kaki na.di baturaden doank…laam kenal