Ambiguitas sosok patriot
January 28, 2008
Sesaat saya tercenung, membaca kutipan pesan singkat dari seorang kawan, betapa dia sangat kehilangan figur yang sangat berpengaruh, .. dan Indonesia berkabung. Bahkan, kawan saya yang mantan aktivis ini pesimistis, how’s indonesia without soeharto…
Tapi dia menghibur diri, setidaknya kedepan akan ada perimbangan politik baru dalam era pemerintahan mendatang,..atau mungkin the new clan?
10 tahun, ..sudah berumur sepuluh tahun saat terakhir saya bersujud syukur di lapangan Simpang Lima semarang,..paska lengsernya the smiling general. The special one, among the worst n the best in Indonesia’s history…
Ada perbedaan antara amarah dan kepuasan, bahkan kelegaan semu apabila menghitung peluh dan energi yang tercurah..
Berpanas ria merayakan euphoria “puncak kemenangan” kami, sebuah simbolisasi kejengahan massal yang masif. Mungkin terlalu reaktif, tapi sejujurnya saya merasa malu..
saya bukan patriot dan bukan pahlawan
lalu bagaimana untuk patriot yang sesungguhnya?
Sejujurnya, saya melihat Soeharto adalah patriot, bukan karena dia mantan presiden,..tapi karena dia adalah patriot bagi keluarganya
Membela, menafkahi dan memperjuangkan kelangsungan hidup keluarganya..itulah patriot menurut versi saya..
Sesungguhnya untuk saat ini,
Ambiguitas mengenai sosok patriotisme, seperti mencari kesempurnaan dalam hiruk pikuk fanatisme dan pemujaan yang berlebih.
Dan saya sependapat dengan Benjamin Franklin, .. ”Semua yang dimulai dengan rasa marah, akan berakhir dengan rasa malu”
Dan tentunya kita sepakat dengan Samuel Taylor Coleridge. ”Kita tidak tau bagaimana hari esok, yang bisa kita lakukan ialah berbuat sebaik- baiknya dan berbahagia pada hari ini… ”
setuju kawan ?
3 pemberian berkesan
February 3, 2007
Rabu sore yang menyenangkan.., setelah pasrah melihat kondisi motor saya yang tidak dapat diajak berkompromi, akhirnya saya putuskan berkolaborasi dengan tukang ojek menuju rendezvous saya dengan seorang “WNA” dari Australia..he…![]()
Walhasi sebuah perjalanan singkat yang menegangkan, meliuk-liuk di sepanjang buncit bak valentino Rossi (bahkan mungkin melebihi apa ya), soalnya saya tidak sempat melihat sekitar..terlalu asyik menutup mata dalam doa hehe.. dan yang saya tahu saya masih gemetar akibat manuver..dan biayanya. Tapi ndak papa, saya akhirnya sampai dan memulai perbincangan yang menyenangkan setelah sekian lama tak bersua. Ditambah bonus satu pan pizza berbaur dengan kepulan teh wangi..cukup kiranya melengserkan peluh di tubuh, sebuah pertemuan yang sekali lagi menyenangkan..and at the end..i’ve got presents..wow..surprising me..
sebuah buku, sekotak coklat dan topi yang manis..saya suka karena memberi inspirasi yang menyegarkan…bagi saya, buku adalah sumber ilmu, secara tersirat saya merasa disemangatin untuk terus membuka cakrawala yang saya akui dalam perspektif saat ini cenderung stagnan dan terkadang membosankan..sementara coklat dengan seribu rasa (kaya’ di Harry Potter) mengingatkan bahwa..coklat tidak selamanya berasal dan berwarna coklat, namun dia begitu penting menjadi sumber energi tanpa melupakan kesan estetika..aih.. and the last, saya mendapat sebuah topi yang imu..melindungi saya di musim panas nanti. Seperti pengingat bahwa dengan saya merasa selalu terlindungi, tidak saja untuk jiwa raga saya namun akan lebih bijak bila dapat berbuat lebih untuk sesamanya..
tetapi yang terpenting, persahabatan kami yang lebih saya rasakan sebagai anugerah selama ini..tks girl… lets flow like water..
menilai editor itu..beda yah
January 12, 2007
surprise..!Thats all the funny times in my past..when i get my first part time job in my college..its gonna be my new experience that make me learning more bot how to be journalist..
Sepintas saya merasa tersanjung saat mengenang sedikit keceriaan pada waktu berkecimpung di dunia jurnalistik kampus. Sebuah dunia baru yang membuat saya lebih berfikir dan beraktifitas efektif..mengapa? Karena saat itulah saya mengenal kata deadline! yah sesuatu yang membuat degup jantung dan pemicu otak serta adrenalin instan..Dan semua ketegangan itu hanya dapat terbayar saat melihat hasil cetakan koran kampus setiap bulannya..Dunia yang menarik bukan? Menjadi mahasiswa jurnalis ataupun jurnalis mahasiswa selalu memberikan pengalaman baru dan unik dalam setiap prosesnya. Entah kenapa, saya tidak pernah berhenti bersyukur atas segala kesempatan dan lesson learning yang membaptis saya untuk lebih mencintai dunia jurnalistik..
Mungkin bila ditarik kebelakang, mengapa saya sedikit bernostalgia tentang jurnalistik..karena saya tergelitik akan sesuatu yang menarik dari teman saya yang unik dan kini mendapat pekerjaan yang menurut saya asyiiik..EDITOR..sepintas kata itu mengingatkan saya akan sosok yang powerfull dengan tipe-X di tangan kanan dan penghapus di tangan kirinya. Sosok yang begitu dekat dengan kata delete, edit dan hal-hal yang berbau pengurangan (perbaikan) atas sebuah originalitas sebuah masterpiece seseorang yang sudah bersusah payah membuatnya..
Editor dimata saya itu berbeda sekali dengan creator..saya melihat sosok yang lebih (mungkin pemahaman saya kembali pada efisiensi) melihat sebuah produk sebagai sesuatu yang perfect (unfortunately) menurut versinya..Kewenangan (kekuasaan:Red) adalah sesuatu yang menjadi landasan bagi tindakan pencoretan, pengurangan, penambahan ..even penggantian elemen-elemen dalam sebuah masterpiece..tentunya mendekati sebuah kesempurnaan adalah keinginanan luhur seorang editor.
Melihat background seorang editor itu perlu loh guna mengetahui pendekatatan ataupun produk akhir berkiblat..tapi saya selalu salut pada pekerjaan (fungsi) editor..karena tidak mudah loh menjadi seorang yang mempunya kemauan dan kemampuan menyempurnakan masterpiece orang lain..dan saya? Sepertinya saya lebih suka dan sudah jatuh cinta pada sosok ..creator..lebih merasa menjadi diri sendiri dalam mengarahkan kemana otak dan perasaan saya ingin berkembang..tanpa merusak makna orisinalitas sebuah maha karya..apapun itu..
menikah itu (apa) seharusnya mandiri..
January 8, 2007
ini tentang sebuah rencana..
acap kali saya melihat cincin kawin hanya penghias tangan..dingin, nyaman tapi bertahtakan beban dan ..
sering kali sebagai simbol pengingat..(karena) melekat itu perlu, menjerat itu mengganggu bukan?
yup..kebutuhan akan cincin kawin. Mungkin modal awal untuk membangkitkan kepercayaan diri manakala melihat daftar kebutuhan pernikahan yang tidak berbanding lurus dengan anggaran..
di saat seperti ini, saya ingin sekali berdebat dengan para penganut YPN-isme..(Red:Yang Penting Niat)..sepertinya mereka adalah sosok hebat yang ingin membuktikan sesuatu..(hak paten maybe?).
Ada cerita unik, kemarin di sela-sela mendengarkan cerita teman saya berkerudung dalam memaparkan perjuangannya akan menikah, saya secara tidak sengaja sempat ditanya “kenapa tidak segera manikah”
Dan saya dengan asal (namun dengan unsur kesengajaan yang rasional) menjawab pendek, “..belum ada duit neh..”
Tahukah jawaban tokoh tersebut? “Ati-ati lo mas, alasan itu yang sering jadi setannya..”
Jujur saya sempat berniat protes karena itu fakta yang saya alami, namun saya cukup berhasil meredam dengan berbalik memujinya
“Kamu hebat yah neng, udah sukses bisa mengadakan pernikahan sendiri..doakan saja saya cepat menyusul rejekinya..”
dan sesuatu yang membuat saya tertegun (terkaget dan tersenyum)..saat teman berkerudung saya bilang..
“ah saya juga dibantu ama orangtua kok, mas..”
…
jujur,.. saat itu saya merasa sedikit terhibur..karena sampai detik ini seluruh anggaran pernikahan, masih (dan akan ) berasal dari hasil keringat, hasil lelah saya…SENDIRI
..Allahu Akbar, berilah hamba kekuatan…Mudahkanlah rejeki kami..
dan saya semakin mengembangkan senyum…indahnya pernikahan
meanwhile,let it be…
January 4, 2007
i’m stuff..its gonna be long long weekend…
Aku sering menanyakan pada beberapa rekan,seberapa jahatkah aku bila aku muak melihat tayangan bencana di seantero nusantara..Pada awal tahun yang seharusnya kita berbenah dan menatap dengan senyum? Dan mereka hanya terdiam, bahkan mencela seraya menggeleng-gelengkan kepalanya..thats like answer for me. Is it wrong? Hampir keseharianku dihadapkan pada tayangan memelas, tangisan yang memilukan, darah, kasihan dan segala empati yang meluap…lalu apa?
Yah itulah, apa seh yang sebenarnya mereka butuhkan? mereka bukanlah aktor yang sedang menjalankan salah satu episode melankolis dalam variety show! mereka adalah korban..mereka butuh sesuatu yang nyata..bukan sekedar ucapan simpati, ..dan tidak ada yang lebih menyakitkan ketika kita hanya menjadi penonton. Terkadang aku merasa cukup dengan berdoa,..bahkan memberikan donasi. Tapi, benarkah ini yang maksimal aku bisa?
Aku membenci eksploitasi kemiskinan, penderitaan ataupun ketidakberdayaan manusia melalui tata artistik yang mengharu biru dalam setiap tayangan media..aku sangat..sangat tidak menyukai variety show. Dan bencana sekali lagi sudah memberikan hikmah akan ke-digdayaan sang Kuasa.Semoga aku bisa memberi lebih, tanpa harus berkomentar banyak dalam setiap harinya dikungkung derasnya pemberitaan penderitaan mereka. Terkadang, skeptis tidaklah sama dengan tidak bersimpati sama sekali..biarlah ini menjadi sesuatu yang berguna dengan doa tulus..untuk semuanya. Karena..kitaakan,..pasti kembali juga kan…let it be…
ketika pernikahan menjadi penyelamat…
August 24, 2006
Pernikahan adalah kompromi banyaknya perbedaan pasangan yang dikondisikan dalam keteraturan yang mengikat…Kadang dia mengalir seperti riak yang menyenangkan, dan selebihnya adalah …cerita sinetron bersambung tanpa ending
Aih..terlalu ekstrem kayaknya sebuah ‘new inovation’ word diatas..
Tapi percayalah, prolog diatas tuh penginnya jadi pembuka carut marutnya pemikiran yang sering disepelekan ama orang
Sekelumit pemikiran saya akan kebenaran mitos (mungkin pranata?) yang selalu menggoda alam waras saya..agar mengemasnya dalam keranda istilah baku yang populer..
Wuih..kayaknya agak sungkan juga mengantar prolog dalam pemikiran berikut..
P + E + R + N + I + K + A + H + A + N
… Read the rest of this entry »
arti kehilangan yang menyenangkan..
August 4, 2006
Hadiah terbaik apa yang bisa kauberikan pada Tuhan? Sepersekian detik memaknai kehilangan tak juga berasa nyaman..masih saja aku berandai-andai makna keabadian.
Setiap kehilangan selalu mendatangkan pesan mendalam, kadang sebagian dimaknai hikmah, sementara orang memaknai cobaan, sisanya meradang penuh kemarahan.. aku masih ingat sepupuku yang hingga kini marah pada Tuhannya..meninggalkan segala kewajiban dan sunah Rasulnya..karena kehilangan kakak kandung akibat penyakit yang dideritanya, sebuah mukjizat yang tak terselamatkan..bagaimana sosok militer yang selama ini membuatnya tangguh seketika runtuh mengiringi isak tangis memelas..sebuah ironi mengingat penyesalan kami tak bisa mendampingi sosok almarhum disaat terakhir..
Disuatu masa, aku pernah cemburu pad seseorang yang sudah tiada…yang telah membuat “yang tersayangku” menangis sedih di hari ulang tahunnya. Betapa aku meradang menyadarkannya untuk tabah, dengan kecemburuan meluap mengira aku telah tergantikan..dan sekali lagi, kehilangan itu menyakitkan…
Menangis, meradang, meratapi segala kehilangan kita..sekali lagi bukan bermaksud menentang takdir..anggaplah itu seperti puncak kompromi keikhlasan kita..karena sesungguhnya..manusia akan terus menjumpai..kehilangan yang menyenangkan
tantangan itu..bernama Playboy
June 13, 2006
Setelah terbiasa membiasakan kebiasaan luar biasa,………
masih saja aku kesulitan menerima keterpanaanku dengan lapang dada…betapa fakta kenekadanmu membuatku takjub.
Hai friend, engkau sungguh nekad..Kehadiranmu sungguh membuat banyak orang bereaksi entah itu hujatan, cacian, kecaman,..dan ada juga kerinduan. Yup..Engkau bisa membuat seorang pentolan ormas kebakaran jenggot, bersiap mencanangkan genderang perang dengan wadya balanya. Bahkan kalangan aktivis perempuan sampai berkompromi dengan pemerintah mendesakkan pembuatan peraturan yang tegas mengenai keberadaanmu, karena dinilai telah meresahkan masyarakat. Ada juga yang bijak dengan mengusulkan perlunya pengkajian , sehingga apabila terbukti melanggar nilai-nilai kesusilaan yang terkandung dalam Undang-undang dapat ditutup, namun apabila tidak terbukti maka diserahkan pada selektifitas masyarakat untuk menghentikan peredaranmu.
Aih..sementara itu, “Induk Semang koran Independen” di negeri ini telah terang-terangan menolak keberadaan mu sebagai salah satu produk pers di negeri yang plural ini karena dinilai merupakan produk industri seks. Bahkan engkaupun harus bersiap menerima ribuan massa yang turun kejalan dengan mengenakan jilbab, gamis, pekikan kemarahan dan kalimah religius…tidakkah cukup engkau ingat dan sadari itu pada kemunculanmu yang perdana dulu? Read the rest of this entry »
empati atau ironi?ternyata sehat itu..
June 13, 2006
Hari itu sesosok perempuan dengan mengenakan seragam perawat tidak lupa merapikan kerudungnya, berjalan menyusuri koridor sebuah RS tempat dimana dia menaruh harapan tinggi akan status, materi dan pengharapan perubahan masa depannya. Langkahnya sontak terhenti, mencoba lebih mencondongkan tubuhnya mencari sumber suara penyiar sebuah TV swasta yang tengah menyebutkan nama RS tempat dia bekerja,..lama dia tercenung, menyimak informasi dengan penuh minat, berharap apa yang ia dengar tidaklah seburuk yang ia bayangkan..dan sebelum semuanya berakhir, sebuah tepukan ringan telah menyadarkannya..Ah..sudah saatnya bertugas..kembali melayani mereka yang sudah sabar menanti kesembuhan sebagai keajaiban dari Tuhan melalui tangan dingin dokter..Aku hanya pekerja, biarlah yang akan terjadi ..terjadilah. Tuhan Maha Adil ..gumamnya lirih.…. Read the rest of this entry »
mari belajar bersahabat..
June 8, 2006
Sekedar ingin berbagi : mungkin cuma aku yang masih bingung memahaminya.. email dari rekan yang idealis…
Tuhan yang Maha baik memberi kita ikan,
tetapi kita harus mengail untuk mendapatkannya.
Demikian juga Jika kita terus menunggu waktu yang tepat, mungkin kita tidak akan pernah mulai. Mulailah sekarang… mulailah di mana kita berada sekarang dengan apa adanya.
Jangan pernah pikirkan kenapa kita memilih seseorang untuk dicintai,
tapi sadarilah bahwa cintalah yang memilih kita untuk mencintainya.
Perkawinan memang memiliki banyak kesusahan,
tetapi kehidupan lajang tidak memiliki kesenangan. Read the rest of this entry »