pekerja, juga manusia

May 20, 2006

buruh.jpg

Kulirik arlojiku, ..00.15..mm…Sudah lewat tengah malam, kupikir raga ini sudah merapuh. Petikan gitar tak lagi mampu meredakan lunglai tubuh…secangkir minuman sudah bebal merecoki dahagaku untuk kesekian kali. Kulihat wajah-wajah penuh tawa diantara kepulan asap rokok. Ah ironi,..inilah cara kami melepas kekakuan tanpa menghiraukan setelah ini kami mau menjadi apa..merubah dunia atau menjadi kutu busuk penghancur tanah ..bumi tercinta. Read the rest of this entry »

if only ……

May 2, 2006

empati1.jpgkuberbisik,
kelak jika hari tiba
ada setangkai bunga
dari seorang pecinta
akan membungkusku dengan harumnya
lalu
engkau hidup bersamaku
menua raga, jiwa satu..
atau kita akan lelap
dalam senyap malam
if-only.jpg dalam peristirahatan terakhir
Di telan bumi
..

Kotaku…biasa saja

April 29, 2006

sdsdSebuah Pengakuan mengalir mengairi sungai kejujuran yang mengering. Pikiranku meneropong separo lebih perjalanan bermula.

Seingatku, itulah awal tempat aku pertama kali tercerabut lalu kita menjadi bocah-bocah ingusan telanjang tertawa berlarian riuh sebagai tanda waktunya kembali untuk melukis malam saat senja tak lagi seramah biasa. lalu kusadari, kadang tak ada gunanya kita kembali ke dalam kenangan lalu.

mungkin lebih baik kita kembali melayang dalam riuh jalan bertabur gemerlap dunia baru, menjelajahi ruang-ruang hampa yang masih menggoda, menyaksikan kehancuran demi kehancuran, mengumumkan sebuah kelahiran tunas baru di sebuah ranah asing tak berudara.

karena aku hanya titik yang tercerabut untuk tak termiliki lagi ..manusia bebas

Kota yang dulu…

April 29, 2006

Hei kamu harus beriku sanjungan karena mulai terbiasa mengendalikan denyut kehilangan kota

moonpinesthmBukan…bukan karena embun pagi di sela pepohonan alasTembalang yang dimaknai orang penyejuk hati selepas malam pergi

Itu hanya satu diantara sekian pesan yang begitu sederhana..sesudah masa ini tak ada lagi gelagat euphoria kesedihan tak ada yang luar biasa..tak ada utopia sebesar dulu hingga meluluhlantakkan ranah pengharapan

Semarang adalah tempat pertama sebuah dongeng bermula
dikucurkan ke syaraf bocah-bocah ingusan haus impian.
Tangan dan kaki adalah kanvas kisah perjalanan panjang yang tak mudah dicerna oleh mata dan ingatan waktu. bocah-bocah itu berjanji selepas usai akan melepas nyawanya, menjadi batu-batu bintang yang berbeda setiap malamnya. Satu per satu terpecah bersama sebuah janji akan pertemuan kembali…

Entah itu rasi bintang pari atau debu-debu kosmik sekalipun
kita adalah bocah-bocah itu dan kita sudah sampai padasebuah masa dimana pusat semesta menarik-narik kita pada satu titik pacu. di sana memoar kita ditaruh
sebagai tempat tuk mengenal kembali wajah-wajah yang berubah menua. Sepenggal doa kanutuh tubuh-tubuh kita, menjadi kau dan aku. menjadi kenangan dalam ranah kota
Bukan..bukan karena silir angin pantai Mas yang selalu dikenang orang dengan langgam kenangan sepeninggal dulu
membentuk impian yang kita tuju

nah kembali padamu, kotaku..
tak selamanya belajar dari kesalahan adalah mati
bangkit dari keterpurukan adalah pasti….
Tak perlu aku menjura
Hanya berucap terimakasih untuk 5 tahun tempaan itu
Thats all..
sepertimu, aku belajar bersyukur

Nasehat Pernikahan…

April 29, 2006

sombody,..please,
menjelang aku menikah
inikah awal tempat aku menua dalam akhir kebebasanku bermula?

dengarlah
pernikahan itu adalah bait pertama sebuah lagu
di tiupkan ke selasar telinga semisal tak nyaman tersenyumlah
berteriaklah..jika rangkaian nada seterusnya adalah keteraturan
perjalanan panjang yang tak sanggup dicerna oleh mata dan ingatan kebebasan

benarkah dari pernikahan kita terikat
lalu dari manakah kebebasan ini bermuara?
dari janji mengalir di bibir tipismukah
atau lesan yang jatuh terdiam terpental bak kotak Pandora yang terbuka
oleh retak waktu yang tak lagi punya senja?
bahkan fajar pun lesap
menguap dalam pelukan pagi

setiap rencana pernikahan yang aku ziarahi akan terus membawa ku
terambing dalam bimbang yang selalu terkutuk, selalu mengingatkan kenangan
pada malam tanpa lampu, obor yang kehabisan pijar, atau lambaian sulih purnama
dan mitos kesucian, atau kisah lelaki tua menjaga malam

menikahserentak aku eratkan peluk. lalu bergegas pulang
setelah sehari dalam alur kenangan,keluh kesah dan rencana..
ku pastikan
aku belumlah menikah