selamat (memiliki) tahun baru…
January 8, 2007
Sebuah berita di harian nasional cukup membuatku terusik untuk membacanya berulang-ulang,..lebih dari biasanya…”Microsoft menyuap (secara diam-diam) blogger dengan laptop..”
ah.. what amazing news? Microsoft? Blogger? atau mungkin merek dari laptop tersebut?
sepertinya pemikiranku akan berangkat dari item-item tersebut, ..namun saya teringat pada satu hal..yang mungkin dapat disusun dalam satu fakta awal ketika..si blogger itu ternyata rajin membuat tulisan setiap harinya, tentu dari situ dia terasah secara teori dan analisis mengingat kiprahnya yang mendapat pengsayaan dari para pengunjung blognya..yang mempunyai dampak justifikasi terhadap validitas tulisan si empunya blog sebagai salah satu alternatif rujukan terhadap suatu fenomena baru.
Berangkat dari kekuatan “tulisan” yang eksis..saya merasa ada perasaan hangat menggeliat ingin melepaskan diri dari kebekuan dan stagnasi yang mengkungkung..kerinduan akan suara tut komputer, perasaan haru biru dan senyuman yang mengembang saat menemukan padanan kata yang runtut..dan alur yang selalu memunculkan cerita-cerita baru, bahkan konflik yang sering terselip dalam setiap ending yang mutlak sepenuhnya berpulang pada kebebasan pikir seorang..penulis.
Dan kemerdekaan seorang penulis adalah kebebasan dalam berfikir, mengeksplorasikan apa yang diyakininya untuk terus berkembang, tumbuh mengakar kuat pada setiap geliat wacana dan rencana..
Dan kemerdekaan itu tidak pernah bisa dijajah oleh keterbatasan apa yang dimiliki,..ketejajahan itu ada pada pikiran kita yang mati, lemah terkontaminasi keraguan, ketesayatan dan jenuh yang tak berujung…
Pembelaan diri yang meninabobokanku dalam penghujung tahun lalu..
New year..Saya teringat di suatu masa ketika harus melewati malam pergantian taun dalam keadaan terbaring sakit, lemas dan hanya dapat menghitung 10 hitungan mundur dengan lirih..tanpa melihat hingar bingarnya langit dengan cahaya kembang api dan riuh terompet..nelangsa kan? Tapi di malam tahun 2007 kemarin suasananya rame .. saya dapat melihat pesta kembang api dari balik jendela kaca disamping tempat tidur, saya juga merasakan riuh terompet di sepanjang jalan dari berbagai level nada..namun tetap saja nelangsa, karena..saya kembali dalam keadaan yang sama..sakit yang belum pasti sama, namun dengan efek psikologis ..yang tidak jauh beda,hehe
Setidaknya masih bersyukur, bahwa saya masih dapat sakit. Toh saya bukan peter parker..Bahwa, di awal tahun yang baru saya diingatkan..untuk lebih bersiap diri dan antisipatif dalam pemernuhan sisa target dan perburuan yang baru. Ada beberapa lesson learning keluar dari memori yang masih berserakan..setidaknya saya dapat berandai-andai tentang …tips (Mungkin) cara menikmati hidup..
1. Mungkin mencoba (mulai) mensyukuri nikmat dari yang paling kecil. Selama di Semarang, saya kost di sebuah kamar mungil di puncak bukit dengan menghadap pemandangan terluas dan terindah, kota bawah semarang dengan hamparan laut jawa..amazing..Kini di jakarta, meskipun kamarnya nyaman dalam lingkungan yang rindang, 3 tahun lamanya tak pernah mendengarkan suara burung-burung itu karena kalau tidak bangun kesiangan pasti pulang kecapekan dari LSM (u know lah), dan pastinya saya terburu-buru karena terlambat..sudah 6 bulan terakhir saya pindah kerja dan mencoba sesuatu yang lebih sering saya abaikan, suasana pagi dan ..akhir pekan. Sambil rebahan di tempat tidur, saya mulai dapat mendengar simponi kicau burung,. tidak kalah dari kumpulan MP3 band paling heboh koleksi kamar sebelah..dan jujur membuat batin saya lebih tenang dan ..saya menikmatinya. Acap kali hal-hal kecil ini tak terlalu saya pedulikan selama ini, karena di benak saya akhir-akhir ini yang namanya menikmati hidup adalah mengoptimalkan kesenangan dengan keterbatasan, seperti…spending time wih playing game, watching football..travelling or visiting some places…
2. Mungkin dengan efektif bekerja dan tidak terlalu terforsir, kita bisa mempunyai lebih banyak waktu …menikmati hidup. Let see..Jika saya adalah seorang PNS, ya saya (seharusnya) cukup bekerja sebagai seorang pegawai negeri saja toh..Saya tidak merasa perlu harus mencoba karir dibidang satpam karena sudah ada bagi mereka yang terpilih untuk porsi itu…dan bukan saya… Sekali-kali saya tentu boleh membantu. Sekali-kali dan bukan tiap kali. Percayalah terkadang kita harus berani memecahkan mitos menyesatkan… Saya pernah menjadi fleksibel, malah dimanfaatkan. Gaji saya tetap, tanggung jawab saya nambah, lemburan terus ditambah… Dulu saya bilang, “Ndak papa bang, saya suka.kan saya masih belajar.” Namun, waktu saya sakit, ternyata perusahaan tak mau lembur dan belajar bersama di rumah sakit bersama saya. Tanya, bodohnya siapa?
3. Semakin sering kita melihat kebawah, mungkin kita terhindar dari hasrat mengejar ketertinggalan dari mereka (yang mendahului)…Jangan ngoyo. Periksa kemampuan. Kalau seperti saya yang sakit-sakitan dan gak punya backing masih mau ngobyek di bidang monopoli bisnis calo untuk kejar setoran nikah, saya akan tewas dalam beberapa bulan..iya toh..
Jadi sekali lagi…menikmati hidup itu lebih pada memelihara apa yang kita punyai dengan “kejutan-kejutan” sebagai pemanis..bukan jerat merugi..cobalah membuat tempe goreng dan dimakan dengan segelas teh manis pada pagi hari..Itu juga nikmatnya luar biasa…