pekerja, juga manusia

May 20, 2006

buruh.jpg

Kulirik arlojiku, ..00.15..mm…Sudah lewat tengah malam, kupikir raga ini sudah merapuh. Petikan gitar tak lagi mampu meredakan lunglai tubuh…secangkir minuman sudah bebal merecoki dahagaku untuk kesekian kali. Kulihat wajah-wajah penuh tawa diantara kepulan asap rokok. Ah ironi,..inilah cara kami melepas kekakuan tanpa menghiraukan setelah ini kami mau menjadi apa..merubah dunia atau menjadi kutu busuk penghancur tanah ..bumi tercinta.

 Kami adalah pekerja,..saat mana kami merasakan kebebasan adalah saat kami merasa sepenanggunan dalam menertawakan keseriusan selama sepekan. Tidaklah terlalu sulit mengerti makna merdeka..namun terlalu rumit bila terkait keberadaan orang lain. Malam ini, ditengah gelak tawa kaum pekerja, kami merasa merdeka..kami bebas menentukan sikap kami. Kami manusia merdeka..setidaknya untuk malam ini.

Ah sudahlah..kami toh masih ada minggu depan untuk kembali berperan sebagai pekerja..karena itulah hakekat kami.

3 Responses to “pekerja, juga manusia”

  1. kuntaning said

    If there’s enough time to do a lot of works in the morning,… why don’t you do that in that time,… Your body have a right to take a rest …. You can make the world better,..but don’t make an unhealthy habit…….. the health condition is more more expensive when you’ve got sick… !!… Come ‘on… Take care of yourself… The adventurer soul is interesting,… but…. health body is more important !……. he…he..he… ini nasehatnya suster neh!
    -tita-

  2. Anonymous said

    Google

    Google news and reviews

  3. marta said

    maklum si kalo kerja sampe jam segitu….
    mo gimana lagi, namanya juga tugas. Nggih to??

Leave a Reply