gempa1.jpgAku merasakan layar gelas minumanku bergetar menampakkan lingkaran bak pusaran didalamnya..kulihat sekelilingku, wuih..gelap banget,
Ada yang berbeda kurasa, kupikir Merapi meletus…atau setidaknya pertanda buruk lainnya mengingat sudah 3 hari hujan terus menerus setiap sorenya.
Ahh…inilah pengalaman baruku dalam kerja baru selama seminggu ini. Begitu asing, seperti juga saat menyadari sudah 4×24 jam lebih aku berkutat dengan hal2 baru..WUSHH>>>..! petirnya seperti kemarahan alam yang terpendam cukup lama. Untuk tangisan papua, kepedihan hutan Kalimantan, kesedihan laut yang tercemar..setidaknya tidak untuk Jakarta. Masih terlalu jauh alam jakarta menumpahkan kemarahannya. Setidaknya untuk seluruh penghuni nya, masih merupakan tempat yang nyaman untuk terus menantang waktu, merusak alam, bermain kepentingan, hingga eksploitasi kesenangan…
Ahh..sudahlah, hujan masih turun. Kenapa harus mengkhawatirkan itu semua. Setidaknya aku masih yakin fajar yang terbaik adalah saat matahari menunjukkan kelasnya..sebagai penguasa siang.
Punten..

Leave a Reply